Showing posts with label KUMPULAN KARYA TULIS. Show all posts
Showing posts with label KUMPULAN KARYA TULIS. Show all posts

Tuesday, September 13, 2016

Pengertian Employee Engagement / Keterlibatan Karyawan unsur teori dan indikator keterlibatan karyawan

Employee Engagement / Keterlibatan Karyawan

Pengertian Employee Engagement / Keterlibatan Karyawan
Keterlibatan karyawan secara intensif dalam penyampaian layanan dapat pula menimbulkan masalah kualitas, yaitu berupa tingginya variabilitas layanan yang dihasilkan. Faktor-faktor yang bisa memengaruhinya antara lain : upah rendah (umumnya) karyawan yang melayani atau berinteraksi langsung dengan pelanggan memiliki tingkat pendidikan dan upah yang paling rendah dalam sebuah perusahaan), pelatihan yang kurang memadai atau bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi, tingkat perputaran karyawan terlalu tinggi, motivasi kerja karyawan rendah dan lain-lain.

Schaufeli mendefinisikan employee engagement sebagai keadaan motivasional yang positif yang mengandung karakteristik vigor, dedication dan absorption. Dengan penjelasan masing-masing aspek sebagai berikut :

Vigor

Vigor diartikan sebagai level energi dan resiliensi yang tinggi, terdapat kemauan untuk menginvestasikan tenaga, presistensi dan tidak mudah lelah. Kekuatan (vigor) meliputi tingginya energi dan semangat yang dirasakan disertai kegembiraan, kerelaan untuk memberikan usaha maksimal terhadap setiap kinerjanya, dan ketahanan mental ketika menemui kesulitan dalam bekerja.

Vigor atau semangat mencerminkan kesiapan untuk mengabdikan upaya dalam pekerjaan seseorang, sebuah usaha untuk terus energik saat bekerja dan kecenderungan untuk tetap berusaha dalam menghadapi tugas kesulitan atau kegagalan. Merupakan curahan energi dan mental yang kuat selama bekerja, keberanian untuk berusaha sekuat tenaga dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, dan tekun dalam menghadapi kesulitan kerja. Juga kemauan untuk menginvestasikan segala upaya dalam suatu pekerjaan, dan tetap bertahan meskipun menghadapi kesulitan.

Dedication

Dedication diartikan sebagai keterlibatan yang kuat ditandai oleh antuasiasme dan rasa bangga dan inspirasi. Pengabdian (dedication) merupakan suatu kondisi ketika karyawan mempunyai keterlibatan yang kuat dengan pekerjaannya dan munculnya perasaan tertantang, antusias, dan merasa bahwa pekerjaan yang dilakukannya tersebut dapat memberikan inspirasi yang signifikan bagi dirinya baik secara sosial maupun personal.

Dedikasi mengacu pada identifikasi yang kuat dengan pekerjaan seseorang dan mencakup perasaan antusiasme, inspirasi, kebanggaan, dan tantangan. Merasa terlibat sangat kuat dalam suatu pekerjaan dan mengalami rasa kebermaknaan, antusiasme, kebanggaan, inspirasi dan tantangan.

Absorption
http://kumpulanku-indonesia.blogspot.com/
pekerja

Absorption diartikan sebagai keadaan terjun total pada karyawan (sulitnya memisahkan karyawan dari pekerjaannya). Penghayatan (Absorption) meliputi konsentrasi dan kesenangan hati yang amat sangat sehingga mengalami kesulitan untuk lepas dari pekerjaannya dan merasakan bahwa waktu berlalu sangat cepat selama bekerja.

Dimensi ketiga dari work engagement adalah penyerapan atau absorbsi, Absorpsi ditandai dimana seseorang menjadi benar-benar tenggelam dalam pekerjaan, dengan waktu tertentu ia akan merasa sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaannya. Dalam bekerja karyawan selalu penuh konsentrasi dan serius terhadap suatu pekerjaan. Dalam bekerja waktu terasa berlalu begitu cepat dan menemukan kesulitan dalam memisahkan diri dengan pekerjaan.

Kunci untuk membentuk fokus pada pelanggan adalah menempatkan para karyawan untuk berhubungan dengan pelanggan dan memberdayakan mereka untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka memuaskan para pelanggan. Jadi unsur yang paling penting dalam pembentukan fokus pada pelanggan adalah interaksi antara karyawan dan pelanggan.

Elemen terpenting lainnya dalam keterlibatan terpadu adalah pemberdayaan karyawan. Oleh karena itu karyawan perlu mendapat perhatian khusus dari manajemen, yaitu dengan cara memberdayakannya kea rah yang lebih baik. Selanjutnya menurut Tenner dan Detoro terdapat tiga dimensi dalam membangun pemberdayaan karyawan yaitu :

Membangun kesejajaran (alignment), melalui : (1) memberi pengajaran tentang visi, misi, nilai, dan tujuan/sasaran. (2) membangun komitmen pada setiap orang.

Membangun kemampuan (capability), dengan sasaran pada : (1) indivisdu : kecakapan (ability), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge). (2) Sistem : kemampuan dalam menangani bahan baku (materials), metode (methods), dan mesin (machines).

Membangun kepercayaan (trust), bila dicapai dengan cara saling mempercayai antara para manajer dan para karyawan.

Teori Employee Engagement / Keterlibatan Karyawan

Kemampuan, kesanggupan dan pemberdayaan karyawan, para karyawan diperlakukan sebagai profesional yang memiliki kemampuan, dan diberdayakan untuk menggunakan pertimbangannya sendiri dalam melakukan hal-hal yang dianggap perlu dalam rangka memuaskan kebutuhan pelanggan. Hal ini berarti setiap karyawan memahami betul-betul produk yang mereka tawarkan dan kebutuhan pelanggan yang berkaitan dengan produk tersebut. Ini juga berarti bahwa karyawan diberi sumber daya dan dukungan yang dipelrukan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Karyawan harus selalu dimotivasi agar lebih meningkatkan produktivitasnya. Sebab adakalanya pada diri karyawan timbul kejenuhan bekerja dan bosan. Apabila gejala ini terjadi pada diri karyawan, dapat dilihat cirri-cirinya sebagai berikut : absensi (ketidak hadiran) meningkat, disiplin merosot, produktivitasnya menurun, labour turn over (tingkat keluar masuk karyawan berhenti dan pelamar baru masuk) makin tinggi, ada tuntutan karyawan yang tidak henti - hentinya, sampai pada gejolak pemogokan.

Ada beberapa alasan mengapa setiap organisasi perlu mengambil tindakan dengan melibatkan karyawan pada promosi terhadap karyawan :

Meningkatkan semangat kerja


Apabila promosi betul-betul diberikan kepada mereka yang menghasilkan prestasi kerja yang tinggi, maka ada daya perangsang bagi para karyawan untuk mempertinggi semangat kerja. Semangat kerja yang tinggi merupakan faktor terpenting bagi organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Menjamin stabilitas karyawan

Karyawan yang di promosi akan merasa tenang dan merasa bahwa tugas-tugas yang selama ini dikerjakan betul-betul dihargai. Ketidak stabilan karyawan berarti organisasi harus seringkali mengadakan penarikan karyawan, pemilihan karyawan, melatih dan memberikan pesangon kepada mereka yang berhenti bekerja.

Memajukan karyawan
Karyawan yang cukup dan memberikan prestasi kerja yang baik harus dikembangkan. Seorang karyawan dapat dikembangkan dengan menugaskan mereka untuk menerima kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih besar dengan kata lain melalui promosi.

Indikator Employee Engagement / Keterlibatan Karyawan


Schaufeli mendefinisikan employee engagement sebagai keadaan motivasional yang positif yang mengandung karakteristik vigor, dedication dan absorption. Vigor diartikan sebagai level energi dan resiliensi yang tinggi, terdapat kemauan untuk menginvestasikan tenaga, presistensi dan tidak mudah lelah. Dedication diartikan sebagai keterlibatan yang kuat ditandai oleh antuasiasme dan rasa bangga dan inspirasi. Absorption diartikan sebagai keadaan terjun total pada karyawan (sulitnya memisahkan karyawan dari pekerjaannya).

Keterlibatan Karyawan Perspektif Islam

Islam memberikan konsep adanya an-nafs al-muthmainnah (jiwa yang tenang). Jiwa yang tenang ini tentu saja tidak berarti jiwa yang mengabaikan tuntutan aspek material dari kehidupan. Tentu saja ia tetap memerlukan semua pemenuhan kebutuhan fisiologis jasmani termasuk juga kenyamanan-kenyamanan (comforts). Tetapi pemuasanan kebutuhan harus dibarengi dengan adanya kekuatan moral, ketiadaan tekanan batin (tention) dan adanya keharmonisan hubungan antar sesama manusia dalam sebuah masyarakat.

Keterlibatan karyawan secara intensif dalam penyampaian layanan dapat pula menimbulkan masalah kualitas, yaitu berupa tingginya variabilitas layanan yang dihasilkan. Faktor-faktor yang bisa memengaruhinya antara lain : upah rendah (umumnya) karyawan yang melayani atau berinteraksi langsung dengan pelanggan memiliki tingkat pendidikan dan upah yang paling rendah dalam sebuah perusahaan), pelatihan yang kurang memadai atau bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi, tingkat perputaran karyawan terlalu tinggi, motivasi kerja karyawan rendah dan lain-lain.

Pribadi muslim adalah manusia yang sangat memperhatikan produktivitas. Dirinya merasa dikejar oleh suatu “utang” yang harus segera dibayar apabila kehidupannya tanpa makna, apalagi tidak produktif. Seorang muslim sadar bahwa Allah menciptakan langit dan bumi sebagai ujian, siapakah di antara manusia yang paling prestatif amalnya (surah al-Kahfi: 7).



Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya” (Q.S Al Kahfi:7).



http://kumpulanku-indonesia.blogspot.com/
buruh


by:mbak imma



Thursday, September 8, 2016

KARYA TULIS TENTANG EKONOMI SYARIAH



Melihat dari perkembangan perekonomian saat ini, Indonesia juga merupakan Negara yang terkena dampak akan pengaruh globalisasi ekonomi. Semenjak ekonomi global ini mencuat banyak respon beragam terhadap kasus ini yang mengakibatkan dampak positif dan dampak negatif bagi perkonomian Indonesia. Dampak positif yang dapat diterima saat ini adalah Indonesia dapat terdorong untuk melakukan produksi secara besar-besaran terhadap produk Indonesia yang juga dapat menyerap lagi tenaga kerja lebih banyak yang dapat mengurangi pengangguran dan juga Indonesia dapat menikmati segala produk impor tanpa harus berpergian ke luar negeri.




Salah satu faktor yang akhir-akhir ini harus menjadi perhatian para emiten adalah mengenai adanya perkembangan standar akuntansi yang baru. Hal ini harus menjadi perhatian khusus agar para pelaku bisnis mampu menyesuaikan aturan akuntansi yang baru agar tidak mempengaruhi penyampaian pelaporan keuangan perusahaan yaitu ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) yang sudah disesuaikan dengan International Accounting Standard/International Financial Reporting Standard (IAS/IFRS). Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK) juga menyesuaikan peraturan yang sesuai dengan standar internasional, hal ini agar para emiten dapat menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu sesuai dengan aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK) dan juga disesuaikan dengan standar akuntansi Internasioanal.




Perusahaan go public di Indonesia saat ini mengalami perkembangan yang pesat. Semua perusahaan yang go public diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan telah diaudit oleh akuntan publik yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK). Karena salah satu cara bagi investor untuk memantau kinerja perusahaan go public adalah melalui laporan keuangan yang dipublikasikan (Sari, 2011). Akibatnya permintaan laporan keuangan semakin meningkat.




Data Indonesian Stock Exchange pada tanggal 18 Agustus 2011 menunjukkan bahwa secara keseluruhan ada 116 perusahaan yang tidak tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan pada tahun 2010 dari 337 perusahaan yang terdaftar






Bursa Efek Jakarta. Perusahaan yang tergolong terlambat dalam penyampaian laporan keuangan tersebut ada sebanyak 61 perusahaan yang berasal dari sektor manufaktur. Fenomena inilah yang menarik untuk dicermati karena ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan merupakan salah satu pencerminan kredibilitas atas kualitas informasi yang dilaporkan dan pencerminan tingkat kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan.

Laporan keuangan memberikan informasi penting mengenai prusahaan bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Adapun pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan perusahaan yaitu kreditur, pemegang saham, dan manajemen. Mengingat pentingnya informasi perusahaan dalam pengambilan keputusan maka ketepatan waktu pelaporan memegang peranan tinggi dan berharga bagi pihak-pihak yang membutuhkan.




Tuntutan akan kepatuhan terhadap ketepatan waktu dalam penyajian laporan keuangan kepada publik di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Tanggal 5 Juli 2011, Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK) mengeluarkan lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK) Nomor: Kep-346/BL/2011 Tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik yang menyatakan bahwa Laporan keuangan tahunan wajib disertai dengan laporan Akuntan dalam rangka audit atas laporan keuangan. Laporan keuangan tahunan wajib disampaikan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK) dan diumumkan kepada masyarakat paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Ketepatan waktu penyusunan atau pelaporan suatu laporan keuangan suatu perusahaan dapat berpengaruh pada nilai laporan keuangan tersebut. Keterlambatan informasi akan menimbulkan reaksi negatif dari pelaku pasar modal. Informasi yang disajikan oleh laporan keuangan mengandung sebuah good news dan bad news yang dapat mempengaruhi keputusan investasi.




Ketepatan waktu (timeliness) merupakan salah satu faktor penting dalam menyajikan suatu informasi yang relevan. Karakteristik informasi yang relevan harus mempunyai nilai prediktif dan disajikan tepat waktu. Laporan keuangan sebagai sebuah informasi akan bermanfaat apabila informasi yang dikandungnya disediakan tepat waktu bagi pembuat keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kemampuannya dalam mempengaruhi pengambilan keputusan. Jika terdapat penundaan yang tidak semestinya dalam pelaporan, maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya.




Kebutuhan akan ketepatan waktu pelaporan keuangan secara jelas telah disebutkan dalam kerangka dasar penyusunan penyajian laporan keuangan bahwa ketepatan waktu merupakan salah satu karakteristik kualitatif yang harus dipenuhi, agar laporan keuangan yang disajikan relevan untuk pembuatan keputusan. Profesi akuntansi pun mengakui akan kebutuhan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Hal ini ditunjukkan dalam pekerjaan akuntan yang selalu berusaha untuk tepat waktu dalam menyajikan laporan keuangan.




Pada penjelasan UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal diterangkan dengan jelas kewajiban untuk menyampaikan dan mengumumkan laporan yang berisi informasi berkala tentang kegiatan usaha dan keadaan keuangan perusahaan publik. Dimana hal tersebut tidak hanya sekedar untuk efektivitas pengawasan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK) dan ketersediaan informasi bagi masyarakat, tapi juga diperlukan oleh investor (pemodal) sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Agar pengambilan keputusan investasi berdaya guna dan relevan, maka diperlukan ketersediaan informasi yang tepat waktu.




Informasi laporan keuangan harus disampaikan tepat waktu atau sesegera mungkin untuk menghindari hilangnya relevansi informasi yang terdapat didalamnya, sehingga keputusan-keputusan ekonomi dapat segera diambil. Sesuai dengan ketentuan Badan Pengawas Pasar Modal dan Laporan Keuangan (BAPEPAM dan LK) Nomor X.K.2 tahun 2002 yang mewajibkan perusahaan menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit paling lambat dalam waktu 90 hari atau akhir bulan ketiga setelah tahun buku berakhir. Ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan karakteristik penting bagi laporan keuangan. Laporan keuangan yang diserahkan tepat waktu akan memberikan andil bagi kinerja yang efisien terhadap pasar saham untuk fungsi evaluasi dan penetapan harga (pricing) serta membantu mengurangi tingkat insider trading, kebocoran dan rumor di pasar saham, laporan keuangan yang disampaikan tepat waktu akan mengurangi asimetri informasi, yang mendorong penyajian laporan keuangan secara penuh (full disclosure). Ikatan Akuntansi Indonesia sebagaimana dikutip Kadir, juga menyatakan bahwa manfaat suatu laporan akan berkurang jika laporan tersebut tidak tersedia tepat waktu.





Praktek bisnis berdasarkan prinsip syariah yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam atau dengan kata lain yaitu bank yang tata cara beroperasi mengacu kepada ketentuan-ketentuan Islam (Al Qur’an dan Hadits). Kegiatan yang mengacu kepada Al Quran dan Al Hadist, dimaksudkan agar kegiatan operasionalnya tidak melanggar larangan dan perintah Al Quran dan Al Hadist. Pelanggaran mengenai riba, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah: 275, yaitu:



Artinya: “Orang-orang yang memakan riba tidak akan berdiri melainkan sebagaimana berdirinya orang yang dirasuk setan dengan terhuyung-huyung karena sentuhannya. Yang demikian itu karena mereka mengatakan “perdagangan itu sama dengan riba”. Padahal Allah telah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba, oleh karena itu barang siapa telah sampai kepadanya peringatan dari tuhannya lalu ia berhenti (dari memakan riba) maka itu ahli neraka mereka kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Baqarah:275)




Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah jika pada penelitian terdahulu obyek yang diteliti adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia, maka pada penelitian ini obyek yang diteliti lebih spesifik pada perusahaan yang terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia dengan menggunakan laporan keuangan tahunan periode tahun 2013.




Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merupakan indeks saham yang mencerminkan keseluruhan saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) adalah keseluruhan saham syariah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) direview setiap 6 bulan sekali (Mei dan November) dan dipublikasikan pada awal bulan berikutnya.




Konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga dilakukan penyesuaian apabila ada saham syariahyang baru tercatat atau dihapuskan dari Daftar Efek Syariah (DES). Metode perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menggunakan rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar.




Tahun dasar yang digunakan dalam perhitungan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) adalah awal penerbitan DES yaitu Desember 2007. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011.




Oleh karena itu, penulis tertarik meneliti lebih lanjut dengan mengangkat judul “Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Leverage dan Likuiditas Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Perusahaan yang Terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia Periode Tahun 2013”.














karya : mbak laila

Tuesday, September 6, 2016

CARA DAFTAR BLOG DAN daftar ADSENSE SERTA daftar adsoptimal


Mempunyai blog pastinya sebuah keinginan bagi meraka yang menyukai akan dunia tulis-menulis, dengan alasan agar hoby mereka dapat tersalurkan dan karya mereka dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, tak terkucuali bagi mereka yang menginginkan penghasilan tambahan lewat internet.

ah kali ini saya akan menjelaskan cara membuat blog gratis di blogger/ blogspot. Sebenarnya banyak sekali yang menyediakan blog gratisan seperti wordpress, joomla dll. tetapi saya lebih memilih blogger dengan alasan karena bloggerlah yang paling popular saat ini dan juga agar kita dapat memaksimalkan fasilitas yang telah disediakan oleh raksasa google.

Sebelum memulai alangkah baiknya kita mengetahui sekilas apa itu yang dimaksud dengan blog?. Blog adalah singkatan dari webblog, yang isinya dapat diupdate kapanpun dan dimanapun serta dapat memberikan sebuah komentar dari apa yang kita postingkan.

Tanpa panjang lebar langsung saja kita akan membahas caranya, tetapi terlebih dahulu kita harus mempunyai email dari akun google. jika anda belum mempunya baca artikel cara membuat email di google.

CARA DAFTAR BLOG/BLOGER
  1. sebelumnya anda harus punya akun google klik di sini klik disini
  2. daftar bloger di www.bloger.com 
  3. klik buat blog dan akan muncul seperti di bawah ini
    http://kumpulanku-indonesia.blogspot.co.id/
    bloger
    selamat ber kreasi yaaa

CARA DAFTAR ADSENSE

PERTAMA anda harus merubah bahasa blog untuk sementara lah
klik setelan lalu klik bahasa dan pemformatan kayak di bawah ini

ganti bahasa dengan bahasa inggris atau bahasa internasional yang lain
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- klik di sini kawan --> <ins class="adsbygoogle"      style="display:inline-block;width:728px;height:90px"      data-ad-client="ca-pub-8835573098005182"      data-ad-slot="2133047559"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

klik simpan setelan di atas
lalau refresh/muat ulang  halaman ini

lalu akan muncul link penghasilan lalu klik saja akan muncul hlaman seperti dibawah
<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <!-- klik di sini kawan --> <ins class="adsbygoogle"      style="display:inline-block;width:728px;height:90px"      data-ad-client="ca-pub-8835573098005182"      data-ad-slot="2133047559"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>
blog

daftara adsense biasanya butuh persetujuan dari adsense blog anda akan di lihat dan di negosiasikan oleh pihak google menurut saya lumayan sulit mendaftar adsense tapi  selalu berusahalah karena adsense adalah patokan dari semua iklan di web ok
yang perlu di operhatikan blog buat daftar adsense adalah 
  1. posting harus memakai paragraf yang lumayan panjang sekitar 500 huruf
  2. singkron kan photo dengan picasa di google agar photo menjadi lisensi google jangan asal copas di blog lain from google album archive adalah file dari google picasa yang anda upload
  3. vidio bisa di singkronkan ke youtube
  4. untuk file lain ada google drive ya
  5. untuk meyakinkan pihak google anda juga bisa menjadi webmaster dengan mendaftar google analis klik disini dan google console klik disini dan pelajarilah baik- baik keduannya ini sampai berhasil karena keduannya menurut saya adalah kunci paling mudah meyakinkan pihak google
selamat belajar jangan lupa klik iklan adsense nya ya


cara mendaftar selain adsense ada juga oprerator iklan alain rekomendasi saya adalah adsoptimal karena dia tidak harus di klik pemirsa atau pengunjung blog anda anda tetap akan di bayar yang penting iklannya tampil di blog anda .klik disini untuk mendaftar daftar adsense adsoptional klik disini 
http://www.adsoptimal.com/?ss=ref38840
adsoptional


selamat belajar semoga berhasil kawan 
jangan lupa klik iklannya ya






Tuesday, August 30, 2016

alquran kitab suci yang diturunkan Allah, yang membuat Al-Qura'an terjaga, mazhab (aliran)

Al-Qura'an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT. Kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui Malaikat Jibril dan merupakan suatu ibadah bagi orang yang membacanya.

 Al-Qura'an yang ada di hadapan kita saat ini tidak bisa lepas sejarahnya dari peran para sahabat dalam penulisan Al-Qura'an pada masa Rasulullah saw, kemudian Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dan masa Utsman bin Affan. 

Ada dua hal yang membuat Al-Qura'an terjaga ketika itu.

 Pertama, hafalan yang tersimpan rapi dan terjaga dalam dada para sahabat. Kedua, tertulisnya Al-Qura'an seluruhnya tetapi dalam susunan yang belum teratur.

Al-Qura>an diturunkan dalam bahasa Arab yang sangat tinggi susunan bahasanya dan keindahan balaghahnya, karena bangsa Arab dikenal memiliki berbagai dialek (lah{jah). 

Antara satu kabilah dengan kabilah yang lain mempunyai dialek yang berbeda, baik intonasi, bunyi maupun hurufnya.

 Akan tetapi, bahasa Quraisy mempunyai kelebihan dan keistimewaan tersendiri dan lebih tinggi balaghah dan sastra daripada bahasa dan dialek yang lain.

 Oleh karena perbedaan dan keragaman dialek-dialek bangsa Arab tersebut, Al-Qura'an yang diwahyukan Allah kepada Nabi menjadi lebih sempurna kemukjizatannya karena dapat menampung semua dialek dan macam-macam bacaan Al-Qura'an. Akibatnya, umat mudah untuk membaca, menghafal dan memahami Al-Qura'an. Dalam hal ini, banyak sekali hadis Nabi yang menjelaskan tentang Al-Qura'an yang diturunkan dalam tujuh huruf. 

Diturunkan Al-Qura'an dalam tujuh huruf merupakan salah satu upaya untuk memudahkan umat manusia memahami Al-Qura'an. 

Oleh karenanya, Nabi menyampaikan Al-Qura'an kepada sahabatnya dengan bacaan yang berbeda. 

Hal ini sebagaimana yang terjadi pada peristiwa antara Umar bin Khatthab dengan Hisyam bin Hakim.

 Kemudian para sahabat pun menyampaikan Al-Qura'an kepada generasi selanjutnya sebagaimana diterima dari Nabi Muhammad. Perbedaan bacaan tersebut terus berkembang sampai masa tabi`in, hingga melahirkan ahli-ahli atau imam-imam dalam bidang qira‘at,  baik qira‘at tujuh, qira‘at sepuluh mau-pun qira‘at empat belas.

 Jadi, variasi bacaan tersebut kaitanya dengan posisi bangsa arab yang merupakan komunitas dari berbagai suku yang secara sporadis tersebar di sepanjang jazirah Arab, karena setiap suku mempunyai format dialek yang khas dan berbeda dengan suku-suku lainnya. Untuk itu, perbedaan dialek tersebut sesuai dengan letak geografis dan sosio-kultural masing-masing. 

Namun, mereka juga telah menjadikan bahasa Quraisy dalam perniagaan, ketika mengunjungi ka’bah, serta interaksi-interaksi lainnya.

Variasi qira‘at tersebut mempunyai nilai yang sama, tidak ada kelebihan atau keistimewan antara bacaan yang satu dengan bacaan yang lainya, karena semuanya sama-sama datang dari Allah.
Qira‘at merupakan salah satu mazhab (aliran) pengucapan Al-Quraan yang dipilih oleh salah seorang imam qurra’ sebagai suatu madzhab yang berbeda dengan mazhab lainnya. 

Qira‘at ditetapkan berdasarkan sanad-sanadnya sampai kepada Rasulullah. Periode qurra’ (ahli atau imam qira‘at) yang mengajarkan bacaan Al-Qura'an kepada orang-orang menurut cara mereka masing-masing adalah dengan berpedoman kepada masa para sahabat. 
Di antaranya para sahabat yang terkenal mengajarkan qira‘at  ialah


  • Ubay bin Ka’ab, ‘
  • Ali bin Abi talib,  
  • Zaid bin Sabit, 
  • Ibn Mas’ud, 
  • Abu musa al-Asy’ari 
  • dan lain-lain. 


Dari mereka itulah sebagian besar sahabat dan tabi’in di berbagai negeri belajar qira‘at. 

Mereka itu semuanya bersandar kepada Rasulullah saw. 

Qira‘at para sahabat berbeda satu sama lainya dalam mengambil Al-Qura>an dari Rasulullah saw.

 Kemudian mereka menyebar kedaerah-daerah. Berbeda pula para tabi’in dalam mengambil Al-Qura'an dari para sahabat. 

Tabi’ut tabi’in pun juga berbeda dalam mengambil Al-Qura'an dari tabi’in. Keadaanya terus demikian sampai munculnya para imam qurro’ yang masyhur itu.

 Mereka mengkhususkan dari dalam qira‘at-qira‘at tertentu kemudian mengajarkan dan menyebarkan Al-Qura'an dengan qira‘at mereka masing-masing. Orang yang pertama kali menyusun qira‘at dalam satu buku adalah Abu Ubaidillah Al-Qasim bin Salam yang mengumpulkan qira‘at kurang lebih sebanyak 25 macam kemudian barulah imam-imam lainnya mulai menyusun qira‘at. 

Persoalan qira‘at terus berkembang hingga masa Abu Bakar Ahmad bin ‘Abbas bin Mujahid yang dikenal dengan nama Ibnu Mujahid dialah orang yang meringkas menjadi tujuh macam qira‘at (qira‘at sab’ah) yang disesuaikan dengan tujuh imam qari’.
Variasi qira‘at itu cukup banyak jumlahnya, namun yang popular hanya tujuh orang. qira‘at tujuh oranng imam ini adalah qira‘at yang disepakati.

 Akan tetapi disamping itu para ulama memilih pula tiga orang imam qira‘at yang qira‘at nya dipandang sahih dan mutawatir. Mereka adalah Abu Ja’far Yazzin bin Qa’qa’ al-Madani, Ya’qub bin Ishaq al-Hadrami dan Khalaf bin Hisyam. Ketiga imam terakhir ini dan tujuh imam di atas dikenal dengan imam qira‘at.

 Akan tetapi di sisi lain al-sab’ah  fi al-qari’ah-nya Ibn mujahid ini menimbulkan beberapa kontroversi dari para ulama’ setelahnya yang mengencam atas penetapan Ibn Mujahid mengenai qira‘at mutawatirah yang hanya berhenti pada tujuh qira‘at imam saja.

Diantaranya, al-Nasyr fi al- qira‘at al-asyr karya ibnu jazari yang mengkritiknya dan menambah imam qira‘at yang awal tujuh menjadi sepuluh, yakni dengan masuknya qira‘at Ja’far, Ya’qub dan Khala al-Asyir ke dalam qira‘at mutawatirah. 

Terlepas dari mana yang valid diantara ketiga kitab tersebut, karya Ibn Mujahid diakui oleh mayoritas sebagai bacaan yang formal dan legal sebab didukung oleh otoritas politik pemerintah pada waktu itu.


Sebagian ulama’ ada yang berpendapat bahwa tak cukup hanya mensyaratkan Shahih sanad, melainkan perlu ditekankan persyaratan mutawatir karena syarat utama dalam menetapkan suatu teks sebagai salah satu ayat adalah mutawatir, apabila bacaan suatu ayat sudah mutawatir dari Rasul Allah, maka bacaan itu wajib diterima, tak peduli apakah cocok dengan tulisan mushaf atau tidak.


Perlu diketahui pula, bahwa berbagai versi qira‘at  Al-Quraan tersebut ada kalanya berkaitan dengan substansi lafadz dan adakalanya berkaitan dengan lahjat atau dialek kebahasaan. Perbedaan qira‘at yang berkaitan dengan substansi lafaz} bisa menimbulkan perbedaan makna, sementara perbedaan qira‘at  yang berkaitan dengan lahjat atau dialek kebahasaan tidak menimbulkan perbedaan makna. 

Dari berbagai macam versi qira‘at Al-Qura'an tersebut, ada sementara versi qira‘at yang berkaitan dengan ayat-ayat hukum, yang berbeda dengan versi qira‘at sebagaimana terbaca dalam mushaf Al-Qura'an yang dimiliki kaum muslimin sekarang. Perbedaan versi qira‘at tersebut bisa menimbulkan istinbath hukum yang berbeda jauh pula. 
Oleh karena itu, Syaikh Manna’ al-Qattan mengutip pernyataan ulama’ mengatakan sebagai berikut:


باختلاف القراءات يظهر الختلاف في الحكام

“Dengan adanya perbedaan versi qira>‘at dalam Al-Qura>an, akan tampak pula perbedaan ulama’ dalam menentukan hukum”.

Al-Qura'an yang merupakan pondasi Islam beisi tentang hukum (ahkam) dan juga kisah yang mengandung ibrah, namun terkadang dengan adanya perbedaan qira‘at  implementasi dari isinya akan berbeda. Hal ini tentunya menjadi problema tersendiri. 

Sebab ahkam merupakan istilah kata hukum dalam bahasa arab adalah bentuk tunggal, adapun bentuk jamaknya adalah al-ahkam. Ahkam secara harfiyah berarti menempatkan sesuatu di atas sesuatu, atau bisa juga diartikan dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya. 

Menurut ulama fiqh, hukum adalah “akibat” yang ditimbulkan oleh khitab (tuntutan) syar’i berupa wujub, mandub, hurmah, karahah, dan ibahah.

 Perbuatan yang dituntut itu, menurut mereka, disebut wajib, sunah, haram, makruh dan mubah (boleh). Akan tetapi, ulama ushul fiqh mengatakan yang disebut hukum adalah tuntutan syar’i itu sendiri, yaitu dalil al-Qur’an dan atau Sunnah. 

Dari pengertian mengenai ayat-ayat hukum sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ayat hukum (ayat al-ahkam) adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang berisikan khitab (titah/doktrin) Allah yang berkenaan dengan thalab (tuntutan untuk melakukan dan atau meninggalkan sesuatu).

 Secara lebih sederhana dipahami bahwa ayat-ayat hukum adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung masalah-masalah hukum.
Tafsir âyât al-Aẖkâm  ini berusia sudah sangat tua karena kelahirannya bersamaan dengan kelahiran tafsir Al-Qura'an itu sendiri. Banyak judul kitab tafsir  yang layak untuk disebutkan dalam deretan daftar nama kitab-kitab tafsir âyât al-Ahkâm , baik dalam bentuk tafsir tahlili maupun maudhu’i, antara lain, Aẖkâm  Al-Qura>an al-Jashshash susunan Imam Hujjat al-Islam Abi Bakr Ahmad bin Ali ar-Razi al-Jashshash (305-307 H/917-980 M), salah seorang ahli fiqih Mahzab Hanafi; Aẖkâm  Al-Qura>an ibn al-Arabi, karya Abi Bakar Muhammad bin Abdillah yang lazim popular dengan nama Ibn al-Arabi (468-543 H/1075-1148 M) ; Aẖkâm Al-Qura>an al-Kiya al-Harasi, karya al-Kiya  al-Harasi (w. 450 H/1058 M)­ salah seorang mufassirin berkebangsaan Khusaran; al-Jami’ li Aẖkâm Al-Qura>an wa al-Muhayyin lima Tadhammanahu min as-Sunnah wa Ayi Al-Qura>an susunan  Abi Abdillah Muhammad al-Quthubi (w. 671 H/1272 H) ; Tafsir Fath al-Qadir, karya besar Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah al-Syawkani (1173-1250 H/1759-1839 M); Tafsir al-Maraghi, karya Ahmad Musthafa al-Maraghi (1298 H/1881 M – 1373 H/1945 M); Tafsir Ayat al-Aẖkâm, susunan Muhammad Ali al-Sayis, dosen Universitas al-Ahzar Mesir; dan Tafsir Ayat-Ayat Hukum, karya Muhammad Amin Suma.


cuplikan dari skripsi nadlifa elanisa uin 

Monday, August 29, 2016

METODE PENELITIAN Sumber Data Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Analisis Data Hasil Kelayakan Model Regresi Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas

METODE PENELITIAN


Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian asosiatif, yaitu menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dari suatu sebab variabel independen menjadi akibat variabel dependen, penelitian dengan mengambil data sekunder yaitu data yang dikumpulkan dari data pengumpul data. Dalam penelitian ini yang akan diamati adalah pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, leverage dan likuiditas terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia Periode Tahun 2013. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif data-data yang diperoleh dari lapangan diolah menjadi angka-angka. Kemudian angka-angka tersebut diolah menggunakan metode statistik untuk mengetahui hasil olah data yang diinginkan.


Sumber Data

Data adalah sekumpulan bukti atau fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu. Data sangat memegang peranan penting dalam pelaksanaan penelitian. Pemecahan suatu permasalahan dalam penelitian sangat tergantung dari keakuratan data yang diperoleh. Demikian pula pembuktian suatu hipotesis sangat tergantung validitas data yang dikumpulkan. Data dalam penelitan ini bersifat kuantitatif yaitu data yang bersifat angka.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah lebih dulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar dari peneliti sendiri, walaupun yang dikumpulkan itu sesungguhnya adalah data yang asli. Data dalam penelitian ini berupa data laporan keuangan tahunan dari perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia yang dipublikasikan di media cetak, internet, dan di Indonesian Market Directory (ICMD) periode tahun 2013.
Dalam penelitian ini analisis laporan keuangan yang digunakan adalah analisis horisontal yang merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode yang satu ke periode yang lain. Karena penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2014, maka untuk validitas hasil penelitian digunakan periode laporan keuangan tahun terdekat yaitu tahun 2013.

Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Penelitian jenis populasi ini didasarkan alasan bahwa yang akan diuji pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, leverage dan likuiditas terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan perusahaan yang terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia periode tahun 2013. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia Periode Tahun 2013. 
Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang dijadikan subyek penelitian sebagai “wakil” dari para anggota populasi. Prosedur dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purpose sampling dimana penentuan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu.

Adapun kriteria dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah:
Perusahaan yang terdaftar pada Indeks Saham Syariah Indonesia Periode Tahun 2013.
Sampel perusahaan yang tepat waktu melaporkan laporan keuangannya sebanyak 15 perusahaan.
Perusahaan yang terbukti terlambat melaporkan keuangan sesuai dengan pengumuman penyampaian laporan keuangan interim peng-lk-00040/BEI.PG1/08-2014
Berdasarkan kriteria tersebut, maka dalam penelitian ini mengambil sampel sebanyak 30 perusahaan yang memenuhi kriteria yang disajikan.


Sampel Penelitian

No Kode Nama Perusahaan   
1. ADMG Polychem Indonesia Tbk.   
2. AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.   
3. AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk.   
4. ARII Atlas Resources Tbk   
5. ARTI Ratu Prabu Energi Tbk.   
6. BSSR Baramulti Suksessarana Tbk.   
7. CNKO Exploitasi Energi Indonesia Tbk.   
8. DAVO Davomas Abadi Tbk.   
9. GTBO Garda Tujuh Buana Tbk.   
10. IKAI Intikeramik Alamasri Industri Tbk.   
11. ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.   
12. LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk.   
13. MYRX Hanson International Tbk.   
14. RDTX Roda Vivatex Tbk.   
15. SIPD Sierad Produce Tbk.   
16. SDPC Millennium Pharmacon International Tbk.   
17. RANC Supra Boga Lestari Tbk.   
18. PNSE Pudjiadi & Sons Tbk.   
19. MITI Mitra Investindo Tbk.   
20. MAPI Mitra Adiperkasa Tbk.   
21. KLBF Kalbe Farma Tbk.   
22. KBLI KMI Wire and Cable Tbk.   
23. JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.   
24. JKSW Jakarta Kyoei Steel Works Tbk.   
25. IBST Inti Bangun Sejahtera Tbk.   
26. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.   
27. EXCL XL Axiata Tbk.   
28. FAST Fast Food Indonesia Tbk.   
29. DYAN Dyandra Media International Tbk.   
30. ECII         Electronic City Indonesia Tbk.
 
 Sumber : Data Indeks Saham Syariah Indonesia Tahun 2014

Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Metode dokumentasi adalah metode membaca dan mencatat data atau dokumen-dokumen penting yang diperoleh dari lembaga keuangan syariah.

Adapun data yang dilakukan melalui studi pustaka yang dilakukan dengan mengkaji buku-buku, literatur, dan jurnal untuk memperoleh landasan teoritis yang komprehensif tentang Indeks Saham Syariah Indonesia serta mengeksplorasikan laporan-laporan keuangan dari perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia berupa laporan tahunan.

Pengumpulan dokumen dilakukan langsung oleh peneliti kemudian data dan dokumen yang didapat dari data laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia tersebut dikumpulkan oleh peneliti. Selanjutnya data tersebut dianalisis.
Definisi Operasional

Definisi Operasional

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala   
Profitabilitas (X1) Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Dikatakan perusahaan rentabilitasnya baik apabila mampu memenuhi target laba yang telah ditetapkan dengan menggunakan aktiva atau modal yang dimilikinya. Return On Assets (ROA)
Laba Bersih
Total Assets
Rasio   
Ukuran Perusahaan (X2) Besar kecilnya ukuran perusahaan dapat didasarkan pada total nilai aktiva, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja dan sebagainya. Semakin besar nilai item-item tersebut maka semakin besar pula ukuran perusahaan itu. Size Logaritma Natural (Ln) of Total Assets Rasio   
leverage (X3) Rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. DER Rasio   
Likuiditas (X4) Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dan berhubungan dengan ukuran dan komposisi tentang posisi modal kerja perusahaan. CR Current Ratio (CR)  
Rasio   
Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan (Y) Ketepatan Pelaporan keuangan adalah kualitas ketersediaan informasi pada saat yang diperlukan atau kualitas informasi yang baik dilihat dari segi waktu. Var. dummy 1 = tepat waktu
 0 = tidak tepat waktu metrik  

Uji Asumsi Klasik
Untuk mengetahui apakah model regresi benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan representative atau disebut BLUE (Best Linear Unbrased Estimator), maka model tersebut harus memenuhi asumsi klasik regresi untuk itu dilakukan uji sebagai berikut :

Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak, model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal atau mendekati normal.

Memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Uji normalitas dapat  dilakukan dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi komulatif dari sesungguhnya dengan distribusi komulatif dari data normal. Jika garis yang regresi menggambarkan data sesungguhnya mengikuti garis diagonalnya, berarti data tersebut berdistribusi normal.

Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas adalah gejala dimana distribusi probabilitas gangguan tidak sama untuk seluruh pengamatan, atau dengan kata lain keadaan tidak memenuhi asumsi heterokedastisitas yaitu asumsi dimana distribusi probabilitas gangguan dianggap tetap sama seluruh pengamatan.
Uji heterokedastisitas dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Deteksi dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik  scatterplot antara SRESID dengan ZPRED. Jika terdapat pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas. Namun jika titik terdapat pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas di bawah angka nol pada sumbu Y, berarti tidak terjadi heterokedastisitas.

Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji Multikolinearitas menunjukkan variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya.
Multikolinearitas terjadi apabila terdapat hubungan linear antara variabel independen yang dilihatkan dalam model. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas adalah dengan menganalisis mastriks korelasi variabel-variabel bebas. Jika antara variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas.

Analisis Data 

Analisis Regresi Logistik
Data dalam penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif, kemudian dilakukan pengujian model, dan terakhir pengujian hipotesis. Statistik deskriptif memberikan gambaran tentang distribusi frekuensi variabel-variabel penelitian, nilai maksimum, minimum, rata-rata dan standar deviasi. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu model data diuji dengan menilai kelayakan model regresi, menilai keseluruhan model (overall model fit), dan menguji koefisien regresi. 
Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah regresi logistik (logistic regression). Karena menurut Hair metode ini cocok digunakan untuk penelitian yang variabel dependennya bersifat kategorikal (nominal atau non metrik) dan variabel independennya kombinasi antara metrik dan non metrik seperti halnya dalam penelitian ini. Model analisisnya adalah sebagai berikut:
ln (TL/1-TL) = a  +  b1X1  +  b2X2 + b3X3  +  b4X4 + e
Keterangan:
ln (TL/1-TL)   = Simbol  yang   menunjukkan  probabilitas   ketepatan   waktu penyampaian laporan keuangan triwulan
X1 = Profitabilitas (Return on Assets)
X2 = Ukuran perusahaan (Total Asset)
X3 = Leverage
X4 = Likuiditas
e = Error

Hasil Kelayakan Model Regresi

Parameter yang digunakan untuk kelayakan model ini adalah nilai  hitung yang ada pada tabel Hosmer and Lemeshow Goodness of Fit dibandingkan dengan nilai  tabel. Adapun kriteria pengambilan keputusan adalah: Jika  hitung >   tabel, terima Ha; Jika  hitung <   tabel, terima H0, dengan pengajuan hipotesis sebagai berikut:
H0 : model yang dihipotesiskan fit dengan data
Ha : model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data


by nadlifa ela nisa


Saturday, August 27, 2016

Profitabilitas arti dan penegertiannya hasil sekripsi Profitabilitas serta tujuan Profitabilitas Indikator Profitabilitas perhitungan rasio profitabilitas Pengaruh Profitabilitas ROA sekripsi nadlifa elanisa

Profitabilitas 

Tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan yang terpenting adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal, disamping hal-hal lainnya. Dengan memperoleh laba yang maksimal seperti yang telah ditargetkan, perusahaan dapat berbuat banyak bagi kesejahteraan pemilik, karyawan, serta meningkatkan mutu produk dan melakukan investasi baru. Oleh karena itu, manajemen perusahaan dalam praktiknya dituntut harus mampu untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Artinya besarnya keuntungan haruslah dicapai sesuai dengan yang diharapkan dan bukan berarti asal untung. Untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan, digunakan rasio keuntungan atau rasio profitabilitas yang dikenal juga dengan nama rasio rentabilitas.
Pengertian Profitabilitas

Rasio profitabilitas, yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan sebagaimana ditunjukkan dari keuntungan yang diperoleh dari penjualan dan investasi. Beberapa referensi menggunakan istilah ini untuk mengukur rentabilitas perusahaan. Oleh karena itu mungkin diperlukan alat-alat analisis lain yang bisa dipergunakan untuk menyimpulkan apakah penggunaan hutang bisa dipertanggung-jawabkan atau tidak.

Rasio profibilitas (profibility ratio) terdiri atas dua jenis rasio yang menunjukkan profibilitas dalam kaitannya dengan penjualan dan rasio yang menunjukkan profibilitas dalam kaitannya dengan investasi. Bersama-sama, rasio-rasio ini akan menunjukkan efektivitas operasional keseluruhan perusahaan.

Rasio profitabilitas (profitability ratios) adalah sekelompok rasio yang menunjukkan kombinasi dari pengaruh likuiditas, manajemen asset dan utang pada hasil operasi. Laba dapat digunakan untuk mengukur kinerja manajerial. Dalam hal ini, laba menunjukkan efisiensi dalam menggunakan sumber daya, karena biaya dijaga tetap dibawah laba. Rasio profitabilitas (profitability ratio) terdiri atas dua jenis rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan dan rasio yang menunjukkan profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi. Bersama-sama, rasio ini akan menunjukkan efektivitas operasional keseluruhan perusahaan.

Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas menajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau dari pendapatan investasi. Dikatakan perusahaan rentabilitasnya baik apabila mampu memenuhi target laba yang telah ditetapkan dengan menggunakan aktiva atau modal yang dimilikinya.
Indikator Profitabilitas

Rasio yang umum digunakan dalam melakukan penelitian ini berdasarkan pada Return on Assets (ROA), adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Rasio laba bersih terhadap total asset mengukur pengembalian atas total asset (return on total assets – ROA) setelah bunga dan pajak : 
Return On Assets = ROA = 

Variasi dalam perhitungan Return on Assets (ROA) adalah dengan memasukkan biaya pendanaan. Biaya-biaya pendanaan yang idmaksud adalah bunga yang merupakan biaya pendanaan dengan hutang. Deviden yang merupakan biaya pendanaan dengan saham dalam analisis Return on Assets (ROA) tidak diperhitungkan. Biaya bunga ditambahakan ke laba yang diperoleh perusahaan. Return on Assets (ROA) bisa diinterpretasikan sebagai hasil dari serangkaian kebijakan perusahaan dan pengaruh dari faktor-faktor lingkungan. Analisis difokuskan pada profitabilitas asset, dan dengan demikian tidak memperhitungkan cara-cara untuk mendanai asset.

Hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan alat evaluasi kinerja manajemen selama ini, apakah mereka telah bekerja secara efektif atau tidak. Jika berhasil mencapai target yang telah ditentukan, mereka dikatakan telah berhasil mencapai target untuk periode atau beberapa periode. Namun, sebaliknya jika gagal atau tidak berhasil mencapai target yang telah ditentukan, ini akan menjadi pelajaran bagi manajemen untuk periode ke depan. Kegagalan ini harus diselidiki di mana letak kesalahan dan kelemahannya sehingga kejadian tersebut tidak terulang. Kemudian, kegagalan atau keberhasilan dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk perencanaan laba ke depan, sekaligus kemungkinan untuk menggantikan manajemen yang baru terutama setelah manajemen lama mengalami kegagalan. Oleh karena itu, rasio ini sering disebut sebagai salah satu alat ukur kinerja manajemen.


Tujuan Profitabilitas
Tujuan dari perhitungan rasio profitabilitas adalah untuk mengukur sejauh mana perusahaan mampu mengahasilkan profit / laba. Rasio profitabilitas ini menggunakan return on Assets (ROA) untuk membandingkan antara laba bersih dan total asset sehingga akan dapat diketahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Profitabilitas menunjukkan keberhasilan perusahaan didalam menghasilkan keuntungan. Dengan adanya pertumbuhan laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun, akan memberikan sinyal yang positif mengenai kinerja perusahaan. Tingkat profitabilitas membuat perusahan agar segera dapat melaporkan keuangan kepada para pemangku kepentingan, karena tingkat profitabilitas dapat menimbulkan sinyal yang baik/kabar baik bagi para emiten.
Rasio profitabilitas menunjukkan keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan keuntungan. Profitabilitas suatu perusahaan mencerminkan tingkat efektivitas yang dicapai oleh suatu perusahaan. Proftabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari kekayaan yang dimiliki. Manajemen perusahaan yang mendapatkan keuntungan akan menggunakan informasi baik tersebut untuk memberikan sinyal kepada investor agar mendukungkelangsungan posisi manajemen saat ini dan kompensasi yang lebih tinggi pada manajemen. Pada saat perusahaan mendapat keuntungan maka kepercayaan dari manajemen semakin meningkat untuk meminta pemegang saham mendukung kontrak kompensasi, sehingga mereka akan secara sukarela menyampaikan laporan keauangan perusahaan secara tepat waktu.

Tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan, yaitu :
Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu;
Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang,
Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu

Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri,

Untuk mengukur produktifitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri

Untuk mengukur produktifitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri,
dan tujuan lainnya

Sementara itu, manfaat yang diperoleh adalah untuk : 
mengetahui besarnya tingkat laba yang dipeorleh perusahaan dalam satu periode;
mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang;
mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu;
mengetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri;
mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri;

manfaat lainnya.

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan

Pada saat perusahaan mengalami keuntungan maka kepercayaan diri manajemen semakin meningkat untuk meminta pemegang saham mendukung kontrak kompensasi, sehingga mereka akan secara sukarela mengungkapkan laporan keunangannya sesegera mungkin. Sementara kinerja perusahaan yang buruk mungkin akan menulur waktu untuk mengumumkan laporan keuangan. Manajemen dalam kondisi kinerja yang buruk akan lebih memilih untuk membatasi akses informasi akuntansi. Akan tetapi ada kalanya jenis informasi negatif tertentu akan diungkapkan oleh manajemen untuk mengurangi kewajiban hukum, misalnya dituntut di pengadilan atau diharuskan mengunkapkan kerugian yang lebih besar. Dengan demikian ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dapat berkaitan dengan variabilitas kinerja perusahaan, dimana kinerja digunakan sebagai proksi asimetri informasi antara investor dan manajer.

Rentabilitas atau profitability, adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Reantabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan prusahaan dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktip, dengan demikian reantabilitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut.

Jumlah keuntungan (laba) yang diperoleh secara teratur serta kecenderungan atau trend keuntungan yang meningkat merupakan suatu faktor yang sangat penting yang perlu mendapat perhatian penganalisa di dalam menilai profitability atau rentabilitas suatu perusahaan. Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur effisiensi penggunaan modal dalam suatu perusahaan dengan memperbandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasi, oleh karena itu keuntungan yang besar tidak menjamin atau bukan merupakan ukuran bahwa perusahaan tersebut rendabel. Oleh karena itu bagi management atau pihak-pihak lain, rentabilitas yang tinggi lebih penting daripada keuntungan yang besar.

Perusahaan yang memiliki profitabilitas tinggi dapat dikatakan bahwa laporan keuangan perusahaan tersebut mengandung berita baik dan perusahaan yang mengalami berita baik cenderung menyerahkan laporan keuangannya tepat waktu. Semakin tinggi rasio profitabilitas, maka semakin tinggi tingkat efisiensi dan kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Begitu pula jika perusahaan memiliki profitabilitas rendah maka perusahaan cenderung akan melaporkan laporan keuangannya tidaktepat waktu.


by: nadlifa elanisa